Selasa (29/12) lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Jamaah AR. Fachruddin (UKM-K JF) Universitas Muhamamdiyah Malang (UMM) berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman Imam Suprayogo, tokoh yang dijadwalkan mengisi kuliah umum Refleski Akhir Tahun di Masjid AR. Fachruddin Kamis, (31/12) mendatang.

PROF. DR. H. Imam Suprayogo, pria kelahiran Trenggalek 2 Januari 1951 ini merupakan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang sekaligus Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang.

Lulusan SDN Trenggalek (1964), SMPN Trenggalek (1967) dan SMAN Trenggalek (1970) ini adalah alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang yang berhasil meraih gelar doktornya dari Universitas Airlangga Surabaya (1998) dalam bidang sosiologi.

Sebelum menjabat di almamaternya, Imam Suprayogo juga pernah menjadi Pembantu Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang (1983 – 1996) dan Wakil Direktur Pascasarjana UMM (1996).

Dalam silaturahmi tersebut, Imam Suprayogo banyak memberikan motivasi seputar kehidupan dan perjuangan. Menurutnya, agama itu substansinya mengajarkan manusia untuk; membaca dan mencipta, berakhlak mulia dan bersatu, menebarkan keadilan juga melaksanakan ritual untuk beramal shaleh.

“Sebenarnya kita mendapatkan ide dan dapat bergerak serta melakukan kegiatan apapun adalah karena ruh. Makannya banyak-banyak minta sama pemilik ruh ini (Allah SWT, red.) untuk diberikan ide dan digerakan kesitu,” terang pria yang telah menulis lebih dari 4000 artikel ini.

Berdasarkan informasi yang kami rangkum dari situs pribadinya; imamsuprayogo.com, suami dari Hj. Sumarti dan bapak dari Akhmad Farid Widodo, Hasan Akhmad Wirawan, Fuad Hasan Wicaksono dan Asmak Putri Kamila ini dikenal sebagai pakar dan ahli dalam pengembangan pendidikan islam, sehingga tercatat sebagai pemimpin pendidikan yang sangat cemerlang oleh MURI Indonesia (2006) dalam memimpin dunia pendidikan Islam.

“Orang besar adalah,” lanjut Imam, “orang yang besar hati dan jiwanya, yang dengan ikhlas dan besar hati rela berjuang demi kebesaran orang lain. Bukan orang pintar, orang berpangkat atau orang yang memiliki jabatan tinggi dan juga bukan orang kaya.” (acs)

Baca Juga:

Akhir Tahun, Mahasiswa Gemakan Shubuh Berjamaah di UMM

Cinta Subuh: Karya ‘Menyerah’ Malah Tuai Berkah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s