40 Days in Europe, sebuah drama layar lebar tentang kisah perjalanan “Mission Imposible” sebuah grup angklung sekolah Indonesia menaklukan daratan Eropa.

Ade Chandra Sutrisna, adecsutrisna.wordpress.com

Film yang diangkat dari buku ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang berjuang mengenalkan budaya Indonesia melalui musik angklung. Siapa sangka, angklung yang terlihat sederhana dan bersahaja dapat tampil menggetarkan setiap panggung di negara-negara Eropa. Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meski awalnya terancam batal berangkat ke eropa. Namun, berbekal keberanian, kerja keras dan cerdas serta mimpi untuk membuat tim ini sejajar dengan musisi internasional lainnya, tak ada rintangan yang tak dapat dilalui.

Meski tertatih, kelompok musisi yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero Eropa. Berbagai kota mereka taklukkan dengan keindahan alat musik tradisional asli indonesia. Semua terkesan. Semua takjub dengan keajaiban yang bisa didatangkan sebuah instrumen musik. Pada akhirnya, misi budaya ini menegaskan identitas bangsa yang bisa berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lainnya.

Lewat kesuksesan buku tersebut, sebuah rumah produksi profesional berminat mengangkatnya kelayar lebar. Progres film 40 Days in Europe hingga saat ini sampai pada proses open casting di Bandung dan Jakarta yang diikuti 600an peserta. Pembentukan tim angklung sendiri merupakan kolaborasi tim angklung 3 negara. Yakni Bandung, Eindhoven,  dan Angklung Humberg Orchestra.

Saksikan video lengkapnya melalui tautan berikut: 40 Days in Europe 

Melalui situs crowdfunding KitaBisa.com, film ini secara gotong royong digarap. Meski target budgeting yang diinginkan tidak sesuai harapan, yakni hanya mencapai target 6%-an saja.

Kita bisa

Dengan memanfaatkan dukungan visual effect ciamik garapan anak-anak kreatif Bandung: Studio S/VSX dan Sembilan Matahari, sungai Cikapundung disulapnya menjadi landscape ditepian sungai Paris. Productions House besutan anak-anak muda ini juga pernah ikut andil menggarap visual effect project film ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’. Teknologi inilah yang akan digunakan untuk film 40 Days in Europe.

Semangat inilah yang ingin dibangun gerakan #PatunganBikinMedia. Semua boleh berkontribusi dan jadi konseptornya. Anda yang berada di jurusan Informatika, bantu kami melalui web designnya. Anda seorang praktisi di bidang psikologi, bantu kami dengan membuat metode riset yang baik. Anda yang bergelut dengan isu internasional, atau bahkan sedang menempuh kuliah di jurusan Hubungan Internasional, bantu kami memperdalam liputan-liputan seputar dunia Islam. Dengan memberdayakan semua potensi dikalangan umat Islam, saya yakin gerakan ini bukan cuma mimpi di siang bolong. Ceileh.

Berguru ke Mas Gagah

Kita juga musti belajar dari kegigihan Helvi Tiana Rossa memperjuangkannya novel Ketika Mas Gagah Pergi untuk bisa diangkat ke layar lebar.

Terjun langsung sebagai produser dari karya yang telah ia tulis pada 1992, Helvy pun mengaku sempat menemui kesulitan dengan pendanaan untuk film perdananya tersebut. Akhirnya, para pembaca buku ini memutuskan untuk patungan membuat film. Hadir satu gerakan patungan pembaca. Mereka patungan mulai dari Rp 500 dari anak SD hingga ada pula yang menyumbang Rp 100 juta.

Tak hanya berwujud uang. Patungan untuk film yang para pemain utamanya dipilih melalui open casting itu juga berupa bantuan lain, seperti banyaknya pihak yang secara suka rela mau memberikan lagu untuk menjadi soundtrack filmnya.

“Alhamdulillah, perjuangan 12 tahun untuk membuat film ini akhirnya selesai. Gerakan patungan ini dimulai pada awal 2015, saya pergi untuk keliling ke 120 kota,” kenangnya.

Melalui jargon, “Ini film kita! Kita yang buat, kita yang bayarin, dunia yang nonton”. Saya kira bisa kita pakai sebagai jargon pemacu semangat gotong royong gerakan #PatunganBikinMedia ini, “Ini media kita! Kita yang buat, kita yang bayarin, dunia yang baca.”

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar gerakan #PatunganBikinMedia, tambahkan official account LINE #PatunganBikinMedia lewat smartphone anda melalui tautan berikut: http://line.me/ti/p/%40jem9629f

Ikuti survey #PatunganBikinMediaIslam lewat tautan berikut: Survey Khalayak Media Islam

Malang, 29 Januari 2016 | @adecsutrisna

 

Baca juga tulisan sebelumnya: Mimpi #PatunganBikinMedia

Iklan

3 respons untuk ‘Catatan #PatunganBikinMedia (1) : Intip Semangat Kolaborasi Film ‘40 Days in Europe’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s